Wednesday, September 16, 2009

5 KEBIASAAN HIDUP PERUSAK MOOD


Rasa malas, tidak mood atau tubuh terasa lelah adalah hal sering dialami para wanita pekerja. Hal itu bisa jadi karena beberapa kebiasaan buruk. Lalu, kebiasaan buruk apa yang bisa membuat fisik tidak fit dan mood tidak stabil?

- Kurang tidur
Menurut data statistik pada tahun 60an, seseorang rata-rata tidur selama delapan jam perhari. Tetapi saat ini, jam tidur rata-rata hanya 6,5 jam. Kurang tidur ini selain disebabkan kesibukan kerja, juga karena padatnya jalan raya, dan menghabiskan malam bersama teman-teman. Kurang tidur tidak hanya hanya memicu rasa kantuk tetapi juga stres, membuat badan tidak fit sehingga mudah terkena flu.

- Diet ekstrim
Pola makan sembarangan tanpa memperhatikan asupan gizi yang seimbang juga bisa membuat tubuh tidak fit dan merusak mood. Tubuh bisa menjadi lemas dan otak pun tidak bisa berpikir secara maksimal karena tubuh kekurangan nutrisi, konsentrasi juga cenderung menurun. Hal tersebut bisa memicu stres dan emsosi juga mudah terpancing. Untuk itu, pastikan pola diet Anda sehat dan mengutamakan asupan gizi yang sehat dan seimbang.

- Nyeri menahun
Jangan menganggap sepele nyeri pada bagian tubuh tertentu, baik perut, kaki, tangan, pinggang dan bagian tubuh lainnya. Apalagi jika nyeri tersebut sudah Anda alami selama bertahun-tahun. Studi menunjukan rasa stres dan depresi banyak dipicu oleh rasa nyeri yang tidak teratasi. Segera periksakan diri ke dokter untuk mengtahui pemicu rasa nyeri tersebut agar segera ditangani.

- Mengonsumsi kopi berlebihan
Satu cangkir kopi memang bisa membantu Anda merasa segar dan berkonsentrasi tetapi tidak untuk sepuluh cangkir kopi. Batasi konsumsi kopi setiap hari, jangan sampai Anda kecanduan. Kandungan kafein yang terdapat pada kopi bisa memicu dehidrasi dan membuat kulit kering serta penampilan menjadi tidak segar dan terlihat kusam.

- Minuman energi
Tidak salah mengonsumsi minuman berenergi sesekali, tetapi jangan setiap hari. Minuman berenergi mengandung banyak kafein, taurin dan ginseng. Bahan-bahan tersebut membuat tubuh tidak beristirahat dan dipaksa untuk tetap berenergi. Mungkin tubuh akan terasa segar tetapi jika hal terjadi terus-menerus akan sangat bebehaya bagi kesehatan liver Anda, dan organ tubun lainnya.

MITOS TENTANG REUMATIK


Pernah dengar petuah atau wejangan atau nasihat supaya kita tidak mandi malam, karena katanya bisa menyebabkan rematik atau nyeri persendian? Anggapan itu sepertinya dipercaya banyak orang tentang kebenarannya. Ternyata, itu adalah sebuah anggapan tak berdasar alias hanya mitos belaka, seperti yang dikatakan oleh Dr. Jony Sieman, SpKFR, Spesialis Rehabilitasi Medik dari RS Internasional Bintaro, bahwa secara medis mandi saat malam hari tidak menyebabkan nyeri pada persendian. Anggapan tersebut muncul dari pengalaman yang dialami masyarakat semata.

"Berangkat dari pengalaman orang, kalau terpapar dengan temperatur dingin rasa nyeri akan bertambah. Padahal tidak begitu," ujarnya disela Media Gathering, di RS. Internasional Bintaro, Kamis ( 10/9 ).

Dr. Jony merasa heran anggapan tersebut dapat berkembang di masyarakat. Pasalnya hingga saat ini belum ada penelitian yang mengatakan masyarakat yang tinggal di daerah kutub utara yang terkena nyeri tulang akibat temperatur yang dingin. Ia mengatakan, nyeri pada tulang lebih disebabkan dengan gaya hidup seseorang, seperti seberapa sering berolahraga. Dan bagaimana ia menggunakan persendiannya.

Meski demikian, ujarnya, masyarakat mesti tetap memperhatikan kondisi badan saat mandi malam. Jika kondisi badan tidak dalam keadaan bagus, sebaiknya tidak mandi malam. Ia menyarankan, saat mandi malam, perhatikan juga suhu air yang digunakan. Pasalnya, air yang terlalu dingin dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. "Tak ada salahnya menggunakan air hangat jika suhu air terlalu dingin. Jangan terlalu ekstrim suhunya," terang dia.

Ia mengatakan, suhu air yang dapat diterima tubuh maksimal berbeda lima derajat celcius dengan suhu tubuh. "Suhu tubuh normal itu 36 derajat celcius, sehingga suhu air yang dapat diterima antara 29-30 derajat celcius," kata dia.

Mitos Seputar Rematik
Berikut ini adalah beberapa mitos seputar rematik beserta fakta sebenarnya :

1. Rematik dan hawa dingin/malam hari.

Mitos:
Rematik disebabkan oleh cuaca dingin, seringnya mandi malam, terlalu sering mandi dan sering berada dalam ruangan dingin atau ber-AC. Mitos ini memang amat populer. Namun, tidak terbukti kebenarannya, karena secara patologis tidak ada kaitannya antara mitos tersebut dengan timbulnya penyakit rematik.

Fakta:
Air atau udara dingin akan menyebabkan kapsul sendi mengkerut. Hal ini tentunya bisa menambah rasa nyeri penderita rematik yang sendinya memang sudah sakit. Sebaiknya, penderita rematik memang mandi air hangat hingga mengurangi nyeri pada persendiannya.


2. Rematik dan makanan jeroan.

Mitos:
Rematik disebabkan oleh makanan seperti jeroan. Mitos ini juga banyak dipercaya oleh sebagian besar masyarakat.

Fakta:
Dari sekitar lebih dari 100 macam rematik, hanya satu yang berkaitan dengan makanan (jeroan), yaitu Artritis Gout/Pirai.


3. Rematik dan genetika.

Mitos:
Rematik disebabkan oleh faktor keturunan.

Fakta:
Meskipun mitos ini tidak seluruhnya salah, tapi masih tetap harus diluruskan. Tidak semua rematik diturunkan. Memang ada beberapa jenis rematik akibat faktor genetik.


4. Rematik dan antibiotika.

Mitos:
Rematik memerlukan antibiotika untuk mengatasi sendi yang bengkak.

Fakta:
Antibiotika hanya digunakan pada arthritis yang disebabkan oleh infeksi (Septik Artritis). Bila tidak infeksi, antibiotika tidak diperlukan. Antibiotika juga tidak diberikan secara rutin walaupun sendi terlihat membengkak dan merah.


5. Rematik dan wanita hamil.

Mitos:
Wanita hamil dan menyusui rawan terkena rematik.

Fakta:
Penelitian terbaru American College of Rheumatology di New Orleans, Louisiana, menyatakan bahwa wanita yang menyusui bayi mereka selama dua tahun atau lebih, kecil kemungkinannya terkena penyakit artritis rematoid dibandingkan wanita yang hanya menyusui bayi kurang dari tiga bulan.

TITIK TOTOK / AKUPUNTUR


Pada prinsipnya totok mirip dengan akupuntur, yaitu menstimulasi titik-titik akupuntur yang ada di sepanjang meridian tubuh kita. Sayangnya, hingga sekarang masih banyak yang kurang paham bedanya antara totok dengan massage atau pijatan. Pijatan juga menekan-nekan, tetapi biasanya bukan tertuju pada titik-titik akupuntur. Sementara, totok adalah tekanan ujung jari pada titik-titik akupuntur.

Seperti halnya terapi akupuntur yang menggunakan jarum, tekanan ujung jari pada totok sebetulnya adalah pengaliran energi atau ci dari terapis ke tubuh pasien. Aliran energi itu bersifat hangat, sehingga bila masuk ke dalam peredaran darah, ia bisa menghancurkan lemak atau emboli yang ada. Dengan begitu, darah bisa lancar mengalir.

Sebetulnya, bila dibandingkan dengan akupuntur, hasil akhir terapi totok mungkin didapat lebih lama. Karena, totok sangat tergantung pada energi si terapis. Bila terapisnya kurang fit, maka energi yang ia salurkan kepada pasien jadi kurang optimal. Sementara, kalau akupuntur, jarumnya langsung masuk ke tendon, sehingga lebih efektif. Tapi, masalahnya, ada orang-orang yang takut pada jarum, sehingga totok tetap menjadi pilihan.

Cara mudah membedakan terapis yang mumpuni adalah dengan merasakan adakah rasa hangat mengalir dalam pembuluh darah saat terapis menotok. Bila tidak ada, artinya Anda hanya mendapatkan pijatan biasa.

Totok Untuk melancarkan peredaran darah
Ini adalah totok untuk sekujur tubuh, yang bisanya bertujuan menghilangkan capek-capek. Titik-titik yang ditotok adalah:

1. Titik he ku (di telapak tangan, pertengahan antara ibu jari dan jari telunjuk). Titik ini merupakan pusat peredaran darah dan metabolisme seluruh tubuh. Sakit apa pun, kalau ditekan di titik ini, bisa membaik.

2. Titik ci ce (di siku bagian luar). Totok di bagian ini biasanya dilakukan kalau ada kelainan di lambung, perut, atau rahim.

3. Titik cu san li (di kaki, sisi kanan-kini di bawah lutut). Gunanya untuk melancarkan peredaran darah, terutama keseimbangan hormonal.

4. Bila kondisi si pasien memang lemah betul, maka diambil titik di punggung yang berhubungan dengan sumsum tulang belakang. Tapi, meski tubuh Anda langsung membaik setelah ditotok, hindari kecanduan. Paling tidak, Anda jangan melakukan terapi ini setiap hari,
karena tubuh memerlukan waktu untuk menyerap ci yang masuk. Seminggu sekali sudah cukup.

Tuesday, September 15, 2009

KUMAN PADA BANTAL


Tanpa kita sadari, perlengkapan tidur yang setiap hari kita pakai merupakan tempat favorit kuman. Hal ini tentu tak bisa dibiarkan, terlebih kita menghabiskan waktu lebih dari 8 jam setiap hari.

Setiap manusia rata-rata melepaskan 1,5 juta sel kulit per jam dan mengeluarkan keringat 0,9 liter setiap hari, meski kita tidak melakukan kegiatan apa pun. Nah, sel-sel kulit mati yang rontok tadi bisa menempel di seluruh kasur dan bantal, menjadi tempat yang baik untuk pertumbuhan tungau debu yang disebut Dermatophagoides pteronyssinus.

Menurut Philip Tierno PhD, penulis buku The Secret Life of Germs, bila ditimbang, berat kasur kita rata-rata akan naik dua kali lipat dalam 10 tahun gara-gara akumulasi dari rambut, keringat, sel kulit mati, spora, bakteri, zat kimia, debu, tungau, serpihan tubuh serangga, hingga kotoran tungau.

"Setelah lima tahun, 10 persen dari berat bantal adalah tungau debu. Ini adalah apa yang kita hirup saat tidur. Kotoran tungau merupakan pemicu alergi dan asma," kata Tierno.

Solusinya, lapisi kasur dan bantal dengan kain yang mudah dilepas dan dicuci. Selain itu, secara teratur cuci sprei, sarung bantal dan guling dengan sabun dan air panas bila memungkinan. Kuman akan mati dalam suhu 60 derajat celsius.

JANGAN MANDI MALAM... REUMATIK MENUNGGU


Jangan mandi malam, nanti bisa kena rematik, Kalau bisa hindari mandi malam, nanti sakit tulang. Petuah-petuah itu kerap kita dengar. Berkembang anggapan di masyarakat mandi saat malam hari dapat menyebabkan rematik atau nyeri persendian, benarkah demikian?



Menurut Dr. Jony Sieman, SpKFR, Spesialis Rehabilitasi Medik dari RS Internasional Bintaro, secara medis mandi saat malam hari tidak menyebabkan nyeri pada persendian. Anggapan tersebut muncul dari pengalaman yang dialami masyarakat semata.

"Berangkat dari pengalaman orang, kalau terpapar dengan temperatur dingin rasa nyeri akan bertambah. Padahal tidak begitu," ujarnya disela Media Gathering, di RS. Internasional Bintaro, Kamis ( 10/9 ).



Dr. Jony merasa heran anggapan tersebut dapat berkembang di masyarakat. Pasalnya hingga saat ini belum ada penelitian yang mengatakan masyarakat yang tinggal di daerah kutub utara yang terkena nyeri tulang akibat temperatur yang dingin.



Ia mengatakan, nyeri pada tulang lebih disebabkan dengan gaya hidup seseorang, seperti seberapa sering berolahraga. Dan bagaimana ia menggunakan persendiannya.



Meski demikian, ujarnya, masyarakat mesti tetap memperhatikan kondisi badan saat mandi malam. Jika kondisi badan tidak dalam keadaan bagus, sebaiknya tidak mandi malam.



Ia menyarankan, saat mandi malam, perhatikan juga suhu air yang digunakan. Pasalnya, air yang terlalu dingin dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. "Tak ada salahnya menggunakan air hangat jika suhu air terlalu dingin. Jangan terlalu ekstrim suhunya," terang dia.





Ia mengatakan, suhu air yang dapat diterima tubuh maksimal berbeda lima derajat celcius dengan suhu tubuh. "Suhu tubuh normal itu 36 derajat celcius, sehingga suhu air yang dapat diterima antara 29-30 derajat celcius," kata dia.

Tuesday, September 8, 2009

SPERMA MENURUN KARENA KEDELAI


Jumlah sperma ikut menentukan kualitas kesuburan seorang pria. Seorang pria dianggap subur bila ia memiliki lebih dari 20 juta sperma per milimeter cairan mani. Agar kuantitas sperma tetap terjaga, sebaiknya calon ayah mengurangi konsumsi kedelai.

Penelitian yang dilakukan terhadap 99 pria yang bermasalah dengan kesuburan menunjukkan, mereka yang mengonsumsi makanan berbahan kedelai setiap hari, mengalami penurunan jumlah sperma.

Hal tersebut disebabkan karena senyawa kimia yang disebut isoflavon yang ada di dalam kedelai. Isoflavon mirip dengan hormon estrogen. Meningkatnya jumlah estrogen akan membuat persentase lemak tubuh meningkat (itu sebabnya wanita memiliki lemak tubuh lebih tinggi). Padahal, berat badan berlebih akan menyebabkan berkurangnya kesuburan.

Selain itu, kedelai juga diketahui bisa mengurangi penyerapan zinc oleh tubuh. Bagi pria yang sedang merencanakan kehamilan, zinc sangat dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah sperma dan kadar hormon testoteron.

Kendati demikian, bukan berarti semua makanan berbahan kedelai harus dihindari. Yang penting adalah menjaga agar jumlah kedelai yang dikonsumsi tidak berlebihan. Pasalnya, sejumlah studi yang meneliti kaitan antara kedelai dan kesuburan menunjukkan penurunan jumlah sperma bila kedelai yang dikonsumsi berlebihan.

Sebagai contoh, dalam sebuah studi terhadap mencit menunjukkan, konsumsi kedelai dalam jumlah rendah (sekitar 2mg/kg berat badan) selama 90 hari, tidak menyebabkan pengurangan sperma. Baru setelah dosisnya ditambah menjadi 20 mg/kg atau 100 mg/kg, terjadi pengurangan.

Untunglah kadar kedelai dalam makanan tidak terlalu tinggi. Sebagai contoh 1 cangkir susu kedelai mengandung 30 mg, 1/2 cup kacang kedelai mengandung 47 mg, tempe sekitar 37 mg, serta tahu 20 mg. Jadi, bila berat Anda kira-kira 79 kilogram, maka pengurangan jumlah sperma baru terjadi bila Anda mengonsumsi sektiar 1.600 - 8.000 miligram kedelai.

TEH SUSU ALA INDIA


Aktivitas antioksidan pada teh hijau dan teh hitam (Camellia sinensis (L.) Kuntze, Theaceae) bagi tubuh kita berperan penting bagi kesehatan untuk mengusir radikal bebas. Namun, bila teh kita tambahi susu, akankah bioavailabilitas antioksidan polyphenol ini tetap ada?

Berdasar penelitian para ilmuwan Belanda, kebiasaan mencampur teh dengan susu seperti yang biasa dilakukan orang Belanda tidak berpengaruh pada aktivitas antioksidan. Dengan susu atau tidak, antioksidan dalam teh ini tetap dapat meningkatkan aktivitas plasma antioksidan.

Penelitian silang untuk membandingkan efek antioksidan teh hijau, teh hitam dan air mineral berkarbonasi dengan atau tanpa susu pada 21 orang relawan membuktikan kesimpulan ini. Setiap peserta menerima satu dosis enam bahan tes yang digunakan untuk enam hari yang berbeda. Satu dosis teh terdiri atas 2 gram teh padat yang dicampur dengan 300 ml air.

Para ilmuwan melakukan uji FRAP (ferric reducing ability of plasma- kemampuan zat besi dalam mengurangi plasma) untuk mengukur plasma antioksidan dan kadar cathecin. Contoh darah diambil sebelum mengonsumsi bahan tes dan diambil lagi pada menit 30,60,90, dan 120 setelah konsumsi. Hasilnya, baik teh hijau maupun teh hitam menyebabkan peningkatan plasma antioksidan dan kadar catechin. Meski begitu, efek teh hijau lebih tinggi. Sementara, penambahan susu pada dua jenis teh ini tidak berpengaruh berarti.

Sementara sejumlah penelitian mendukung penelitian ini, penelitian lain menunjukkan efek negatif atas kerja antioksidan. Dalam penelitian sebelumnya yang pernah dipublikasikan di European Journal of Clinical Nutrition menyimpulkan bahwa penambahan susu pada teh tak berefek pada aktivitas antioksidan.